Suami-istri perlu merasakan pemeriksaan yang menyeluruh serta dilakukan bersaingan. Konsultasi medis umumnya diawali dengan taklimat mengenai pesiaran fisiologis dasar, bahwa terjadinya sebuah kehamilan memerlukan kurang lebih persyaratan yang harus dipenuhi.



Syarat prima klinik holistik program hamil, adanya sperma suami. Sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi harus meraup jumlah yang cukup, yakni sekitar 20 juta ml. Bentuk sperma pun mesti bagus atau tidak murba, dan menyandang daya tahan kehidupan yang lapuk, sekitar 2 hari supaya dapat merebut dan membuahi sel telur.

Kedua, diperlukan sel telur dan gelombang jalan telur yang baik. Yang ada berarti tata cara telur swatantra dari segenap macam sumbatan, sistem perteluran baik, & memiliki penjara telur mendetail yang rampung dibuahi pada siklus unik. Adanya sel telur yang baik rata-rata ditandai beserta siklus mendapat kain camar yang tertib.

Persyaratan ke-3 berkaitan menggunakan lingkungan atau kondisi rahim yang harus bagus. Artinya, secara anatomis rahim bukan memiliki kepelikan, tidak keburukan, dan sosoknya baik: bukan kecil alias bercabang, misalnya. Rahim pun tidak melakoni infeksi alias mengalami perkara seperti endometriosis, kista, dan sebagainya.

Keempat, kudu adanya korelasi yang bagus antara sel sperma menggunakan sel telur. Ada kalanya penetapan sel telur baik & sel sperma baik, akan tetapi kehamilan tidak kunjung terjadi. Bisa jadi masalahnya ada dalam hal "interaksi" keduanya. Rata-rata terjadi kalau ibu ada antibodi antisperma suami. Nah, keempat sisi itulah yang mempengaruhi munculnya persoalan selit-belit hamil.